PER-MUR-KAS II.

Tiada lagi Gadis.

Jaka menyesal atas hilangnya Gadis. Serba salah atas tindak-tanduk kejam sendiri. Tapi, Gadis sudah tiada. Untuk apa disesalkan lagi?

Maka, Jaka tetap teruskan kasihnya pada orang lain. Tetap coba kecap bahgia sama orang lain. Saban hari, ingatan untuk Gadis sudahpun ditelan oleh memori lapuk. Jaka makin lupa akan Gadis.

Tapi, Jaka tidak tahu. Bahwa Gadis tetap masih punya rasa abadi itu. Gadis tak tergamak untuk berdendam. Untuk mendoakan sulu-hatinya terusan merana. Mungkin Gadis seorang perempuan murahan yang kasihan, tapi bukan perempuan-tidak-berperasaan-belas-kasihan.

Gadis perhati canda mereka dari jauh. Asik sungguh. Akhirnya, Gadis senyum simpul menontonkan itu. Gadis tahu; dengan melihatkan sulu-hatinya bahgia, dia juga akan turut rasa yang sama.


Gadis kini pergi dengan lapang dada. Gadis bukan lagi perempuan murahan yang kasihan. 

5 comments:

DY▲ Z▲I said...

"Gadis perhati canda mereka dari jauh. Asik sungguh."

Ini sudah cukup.

penjajah minda said...

warghhh.bangun time senja dengan rasa bahagia.

SaddLone said...

kesian gadis, jaka itu dah kenapa?

Fel said...

Jaka tu tak guna. Titik.

Syaza Shaker said...

Dya Zai : :')


Penjajah Minda : Moganya begitu.


SaddLone : Entah lah. Kena tanya Jaka sendiri :')


Fel : Awak... :')